Penerapan Teknologi VR untuk Fashion Design

VR untuk fashion design

Penerapan Virtual Reality untuk industri fashion design telah mengubah perilaku industri dan pelanggannya. Hal ini menimbulkan banyak manfaat bagi pelaku industri dan para pelanggan.

Teknologi VR untuk fashion design membuat proses pembelian di toko ritel fashion jadi lebih mudah. Sebab, mereka bisa melakukan preview pakaian atau fashion item lain dari mana saja. Dari sisi pelaku industri fashion, teknologi VR dalam fashion membantu mereka mewujudkan industri fashion ramah lingkungan. 

Lalu seperti apa detil penerapan VR untuk fashion design dan manfaat VR untuk industri fashion? Simak selengkapnya dalam artikel ini sampai selesai. 

Virtual Try On

Teknologi VR memungkinkan pelanggan toko ritel fashion menjajal fitur Virtual Try On melalui website atau aplikasi. Biasanya sebelum mengadaptasi fitur ini, ritel fashion sudah menyediakan website atau aplikasi.

Melalui fitur Virtual Try On, pelanggan dapat mencoba baju dengan filter AR. Jadi mereka bisa mencoba baju dari rumah masing-masing. Ketika selesai mencoba satu model baju, mereka dapat dengan mudah mencoba model lainnya. Caranya cukup swipe layar smartphone mereka untuk mengakses model baju selanjutnya. 

Virtual Dressing Room 

Ritel fashion juga bisa menginstall teknologi VR berbentuk Virtual Dressing Room. Virtual Dressing Room adalah kamar pas pakaian imersif yang bisa menampilkan postur tubuh pelanggan secara 360 derajat. Selain itu, toko ritel juga bisa meletakkan display pakaian virtual di dalamnya.

Pelanggan toko ritel fashion bisa memilih pakaian dari display virtual. Setelah itu mereka akan memilih salah satu model dan memasuki virtual dressing room. Dalam virtual dressing room, mereka akan melihat postur tubuh mereka dari berbagai sisi.

Virtual dressing room juga bisa menampilkan potongan pakaian secara detil. Sehingga pelanggan bisa mengoreksi potongan pakaian yang kurang sesuai. Misalnya bagian lipatan yang kurang press body, kerapian jahitan, dan pola jahitan.

Immersive 3D Fashion Design

\"\"
Scene from ARTS 221 Fashion Illustration class, taught by Prof. Chiara Vincenzi.

Saat ini sudah ada software design yang berfungsi untuk mendesain pakaian secara 3D. Salah satu contohnya adalah Browzwear. Software ini memungkinkan pelanggan mendapatkan ukuran pakaian yang spesifik.

Sebagai contoh, pelanggan melakukan scan tubuh di ruang imersif 3D. Setelah itu akan muncul ukuran lebar bahu, pergelangan tangan dan lainnya. Selain itu mereka juga bisa melihat rekomendasi pola potongan pakaian untuk bentuk tubuh mereka.

Setelah itu, penjahit bisa membuat uji coba desain melalui desain digital 3D. Mereka bisa mewujudkannya dalam bentuk pakaian jadi setelah pola, potongan, dan ukuran pakaian dipastikan sesuai. 

Baca Juga: 8+ Rekomendasi Film Tentang Virtual Reality

Virtual Fashion Show

Penggemar fashion akan lebih mudah menghadiri acara fashion show di luar negeri. Sebab teknologi VR dalam bidang fashion memungkinkan para penyelenggara membuat virtual fashion show imersif 3D. 

Para penggemar fashion bisa menyaksikan aneka ragam model fashion dari rumah masing-masing. Bahkan mereka tidak perlu menghabiskan banyak biaya untuk transportasi. 

Manfaat Virtual Reality untuk Industri Fashion

Setelah menyimak penerapan Virtual Reality dalam fashion design, mungkin Anda ingin mengetahui manfaatnya dalam industri fashion.

Berikut ini adalah manfaat Virtual Reality untuk industri fashion.

1.Meminimalisir Biaya Produksi

Teknologi VR dalam bidang fashion memberi kesempatan para penjahit untuk melihat preview pakaian pelanggan. Hal ini bisa meminimalisir kesalahan jahit yang akan menghabiskan biaya produksi. 

2.Meminimalisir Retur Penjualan

Pakaian yang melalui proses review akan menghasilkan pakaian dengan ukuran dan model yang lebih presisi. Hal ini dapat meminimalisir retur penjualan dari pelanggan. Sehingga toko ritel juga bisa meminimalisir kerugian dan biaya pengiriman produk retur penjualan. 

3.Meminimalisir Limbah Fashion 

Era fast fashion yang cepat menuntut para desainer menciptakan model dan desain baru secara berkala. Oleh karena itu, mereka perlu melakukan eksperimen untuk mencoba gaya dan pola sebanyak mungkin. Hal ini menyebabkan limbah fashion di dunia meningkat. 

Teknologi VR untuk fashion design memungkinkan desainer mencoba berbagai gaya dan pola tanpa menggunakan bahan material. Sebab mereka bisa melakukan uji coba dan pengembangan gaya dan pola melalui ruang digital yang imersif. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *