Manfaat Metaverse untuk Industri Manufaktur

manfaat metaverse manufaktur

Siapa sangka, teknologi canggih yang biasa kita lihat di film sci-fi kini dapat diwujudkan melalui ruang virtual yang disebut Metaverse. Kemajuan teknologi virtual ini dimanfaatkan oleh berbagai bidang, tak ketinggalan industri manufaktur.

Manfaat metaverse di industri manufaktur dapat mempertemukan para user sebagai pekerja dan beraktifitas bersama secara real time.

Selain itu, pelaku industri manufaktur mendapat manfaat metaverse industri manufaktur dengan memanfaatkan ruang virtual untuk bersaing meningkatkan kecepatan, kualitas produksi, serta mengendalikan biaya dan rantai pasokan.

Pabrik virtual pertama yang dibangun di Metaverse adalah KAIST, sebuah industry manufaktur dari Korea Selatan. Mereka membuat pabrik virtual untuk memantau proses produksi hingga menjadikannya sebagai selling platform. Dengan menggunakan kacamata VR, Anda dapat melihat proses produksi sekrup, memantau pengaturan mesin cetak dan kecepatan proses produksi.

Lalu, apa saja manfaat yang bisa didapatkan bagi industri manufaktur di Metaverse ini? Berikut ulasannya.

Proses Produksi yang Cepat dan Hemat

\"manfaat

Dengan ruang virtual, simulasi proses produksi menjadi terasa lebi leluasa dan mudah. Misalnya untuk merancang dan memindahkan asset produk. Industri manufaktur yang telah menerapkannya yakni perushaan otomotif dari Jerman, BMW.

BMW membuat pabrik di Metaverse untuk mengidentifikasi proses kerja agar lebih efisien tanpa mengganggu produksi yang berlangsung di pabrik fisik. Misalnya untuk menguji setiap perubahan pada pabrik. Hal ini menunjukkan bahwa Metaverse dapat menghemat waktu, biaya. Dengan begitu penggunanya akan lebih fokus untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas.

Baca Juga: 5+ Profesi di Era Metaverse yang Banyak Dicari Perusahaan

Kolaboratif

Ruang virtual memudahkan semua orang untuk ‘bertemu’ dan berkolaborasi. Dengan begitu para user dari berbagai tempat dapat berbagi ide dan bekerja sama untuk mengembangkan produk-produk manufaktur. Mulai dari perencanaan, proses produksi, hingga evaluasi, dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan.

Meminimalisir Cacat Produk

Pelaku industri manufaktur dapat lebih mudah menyempurnakan hasil produk atau prototype yang dikembangkan di Metaverse. Selain lebih praktis, juga menghemat waktu dan tenaga. Dengan begitu kualitas produk yang dihasilkan diharapkan lebih konsisten dan minim cacat. Proses quality control pun menjadi lebih mudah dan mengurasi risiko kesalahan.

Tingkat Keamanan dan Keselamatan

Inilah salah satu keunggulan teknologi virtual. Di Metaverse, aktifitas manufaktur yang berisiko tinggi atau berbahaya dapat dilakukan tanpa mencelaka pekerja manusia maupun robot. Misalnya untuk uji coba menabrakkan mobil untuk meningkatkan kemampuan keselamatan. Biarkan avatar yang bekerja mempersiapkan alat dan komponen yang dibutuhkan. Metode eksperimen ini cukup efisien dan aman dari kecelakaan. Selain itu, lagi-lagi Metaverse dapat membantu industri manufaktur untuk memangkas biaya.

Supply Chain yang Transparan

Dengan adanya supply chain atau rantai pasokan yang transparan, profit yang didapatkan pun bisa lebih banyak. MIT Sloan School of Management mengungkapkan bahwa konsumen bersedia membayar 2%-10% lebih tinggi untuk pelayanan produk yang transparan.

Peningkatan transparansi ini berarti konsumen dapat mengetahui keseluruhan proses pengadaan barang. Mereka dapat mengetahui waktu tunggu barang, keterlambatan pengiriman dan visibilitas perjalanan barang hingga produk sampai di tangannya.

Wow, dari ulasan di atas, tampaknya Metaverse menawarkan peluang yang menjanjikan ya bagi industri manufaktur. Namun, seberapa lama metode ini akan sustainable, kita masih perlu melihat perkembangan dan inovasinya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *