Alasan Tersangka Video Kebaya Merah Tes Kejiwaan dengan Teknologi VR

teknologi VR digunakan oleh tersangka kebaya merah

Dunia maya sempat gempar karena video syur perempuan berkebaya merah dengan seorang laki-laki. Komentar negatif netizen lebih fokus pada moral pemeran perempuan. Padahal, ada permasalahan sosial yang lebih besar daripada sekadar menghakimi moral individu.

Tim Kesehatan Polda Jatim akhirnya mengamankan pelaku pembuatan video untuk melakukan proses pemeriksaan kejiwaan pelaku. Pelaku diperiksa kesehatan jiwanya di RS Bhayangkara Surabaya.

Dalam proses pemeriksaan, pihak kepolisian menggunakan teknologi VR atau Virtual Reality. Tampak pelaku perempuan berinisial AH mengenakan sebuah perangkat kacamata VR. Kacamata VR tersebut bernama kamera Oculus. Kacamata tersebut dapat memunculkan beberapa tampilan visual sembari pelaku bercerita.

Mengapa tes kejiwaan membutuhkan teknologi VR? Ulasan kasus video asusila kebaya merah ini akan menjawbanya. Simak artikel ini sampai selesai. 

Mengapa Tes Kejiwaan Pelaku Butuh Teknologi VR?

\"teknologi
sumber: inews.com

Pemeriksaan kesehatan jiwa pelaku kriminal atau tindakan asusila biasanya dilakukan bersama psikolog. Akan tetapi, metode yang digunakan akan berbeda apabila pelaku merupakan pemegang kartu kuning.

Pemegang kartu kuning adalah orang yang pernah atau sedang dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Dalam kasus video asusila kebaya merah, AH adalah pemegang kartu kuning. AH dinyatakan pernah berobat di Rumah Sakit Jiwa oleh tim kesehatan RS Bhayangkara Surabaya. 

AH adalah seorang penderita gangguan kepribadian ganda. Penderita gangguan kepribadian ganda bisa mengalami relaps atau kumat dalam jangka waku tertentu. Tentu penderita tidak bisa diinterogasi dengan cara biasa. 

Berkomunikasi dengan AH membutuhkan metode yang aman dan nyaman. Di mana AH tidak perlu bertatap muka langsung dengan pihak kesehatan atau kepolisian. Caranya menggunakan teknologi VR berupa kacamata Oculus. 

Kacamata VR Oculus tersebut adalah hasil kerjasama RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya dan perusahaan teknologi PT Aruvana Virtual Semesta (Aruvana). Teknologi tersebut menghadirkan layanan telekonsultasi berbasis metaverse pertama di Indonesia di tingkat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian (Dokkes).

\"\"

Pelapor atau korban dapat berkonsultasi dan melaporkan kejadian dalam keadaan yang nyaman dan kondusif melalui avatar dalam ruang virtual yang bisa dilakukan secara anonim tanpa perlu khawatir privasinya terganggu. 

Platform ini memungkinkan pelayanan konsultasi serta pendampingan psikologis yang lebih baik. Di sisi lain, tenaga medis kepolisian akan semakin mudah memahami apa yang dialami oleh korban melalui visualisasi dalam bentuk tiga dimensi yang lebih jelas, sehingga proses penyelidikan dan penyidikan pun menjadi lebih efektif.

Menggunakan kacamata Oculus, AH bisa dengan bebas menjawab pertanyaan kepolisian dengan santai tanpa gugup. Jadi, proses pemeriksaan tidak membuat penyakitnya semakin parah. Di sisi lain, pihak kepolisian berhasil mengorek alasan dibalik pembuatan video asusila tersebut.

Manfaat Teknologi VR untuk Terapi Kesehatan Jiwa

Teknologi VR juga dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kesehatan mental atau jiwa masyarakat umum. Misalnya seperti gangguan stres, gangguan tidur, depresi hingga gangguan kecemasan.

Apa saja manfaat teknologi VR untuk proses terapi kesehatan jiwa?

Menyediakan Terapi Trauma 

Keberhasilan sebuah terapi trauma ditentukan oleh respon korban ketika menghadapi situasi traumatik. Semakin tenang responnya, artinya terapi semakin berhasil.

Teknologi VR dapat menyediakan terapi trauma yang komprehensif. Caranya dengan kacamata VR yang menampilkan beberapa situasi secara fully imersif. Misalnya bus yang penuh, acara sosial, dan taman yang ramai.

Orang yang trauma dengan situasi tersebut, misalnya orang dengan gangguan kecemasan sosial, dapat melakukan simulasi dengan teknologi VR. Mereka akan membiasakan diri melihat kerumunan dan berinteraksi dengan avatar 3D mendekati nyata. 

Menyediakan Simulasi Fleksibilitas

Orang yang trauma biasanya akan mengalami respon fight or flight ketika dihadapkan pada situasi traumatik. Teknologi VR dapat menyediakan beberapa skenario untuk memperbaiki respon korban. Tujuannya agar korban bisa lebih fleksibel mengatasi situasi traumatik.

Sebagai contoh, korban trauma mengenakan kacamata teknologi VR untuk simulasi menolong kucing. Situasi dapat diatur menjadi lebih tenang menyesuaikan respon dari korban. Tujuannya untuk melatih fleksibilitas korban trauma.

Menyediakan Konsultan 24 Jam

Teknologi VR juga menyediakan psikolog yang bisa diakses 24 jam. Bentuknya adalah psikolog virtual dalam bentuk 3D. Terapis dapat menanggapi cerita penggunanya sesuai dengan kondisi psikologis pengguna. 

Meskipun tidak ada yang bisa menggantikan kualitas psikolog virtual, teknologi VR dapat mempercepat waktu tunggu pasien. Selain itu, teknologi VR bisa meningkatkan jumlah orang yang mendapatkan terapi terjangkau. 

Jika ingin mengakses informasi terkait teknologi Virtual Reality lainnya, pastikan Anda mengunjungi blog kami di Blog Aruvana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *